Minggu, 26 Oktober 2008

Genesis: UGD

UGD, maaf, bukan Unit Gawat Darurat. Tapi, singkatan dari Under Grief Dream. Yah, begitulah yang terjadi pada hari Rabu. Baru saja apel pagi selesai, dan semua ke kelas, Genesis dikejutkan dengan berita buruk. Yah, sangat-sangat-sangat-sangat buruk. Baru saja pelajaran pertama di mulai, berita itu menyebar. Dari satu kelas ke kelas lainnya, untuk memberitahukan kepada semua anak-anak Genesis yang 'berpencar'. Sedih dan terkejut bercampur menjadi satu. Semua anak Genesis berhamburan keluar kelas, menuju kelas XI-IA-4, yang merupakan pusat kegemparan. Ya Tuhan, begitu mengejutkannya, ayah teman kami, telah berpulang ke Rahmatullah, menghadap Sang Maha Pencipta. Terlebih lagi, yang mengalami hal ini adalah Ketua Kelas Genesis yang sekarang duduk di kelas XI-IA-4. Saat itu dia tidak datang ke sekolah (tentu saja!!!)

Pukul delapan, kami pergi dengan berbekal izin dari sekolah. Kurang lebih 24 orang dari Genesis, dan 2 orang dari luar Genesis ikut dalam rombongan kami, Gelombang Pertama yang pergi melayat ke Rumah Duka. Rumahnya begitu jauh, tapi, dengan agak ngebut dan mendengar lagi asli yang keluar dari mulut, kami cukup terhibur (ketawa ngakak), bahkan bercanda (padahal lagi sedih-sedihnya... -.-). Tidak dalam waktu lama, kami tiba. Di sana, tidak ada lagi tawa canda. Kami masuk ke dalam Rumah Duka, dan memberikan dukungan-dukungan kepada-nya. 'Dia' mulai bercerita kepada kami. Sedihnya, bahkan seperti danau, air menggenang di pelipis mata. Semua anak perempuan menangis (maaf, tidak semua. Beberapa hanya menunjukkan wajah sedih). Sedangkan laki-lakinya, hanya diam seribu bahasa, tidak melakukan apapun. Bahkan Kadir (maaf Kadir), di pelipis matanya air sedikit tergenang. Mata dan lingkaran matanya memerah, begitu pula hidungnya. Jelas sekali dia akan menangis.

Selesai cerita duka, kami melakukan berbagai aktivitas berbeda. Beberapa orang mulai mengaji (tentu saja hanya perempuan. Sedangkan laki-laki... err-- maaf...)Beberapa bercerita, bahkan tertawa cekikikan (maafkan kami... ). Sedangkan Kadir, terisak tanpa air mata, dan dengan bermodal 2 atau 3 pembar tissu, dia mengelap air matanya-yang sebenarnya tdak menetes (Maaf, Kadir). Terkadang kami kembali menangis, melihat 'Dia' menangis-lagi. Kasihan... T_T Ketua Kelas kami yang begitu hebat dan bersahaja. Ayahnya....

Mari berdoa, semoga Arwahnya diterima di sisi Allah SWT Amiiin...

Selebihnya, teman-teman Akbar, seluruh anak XI-IA-4 datang pula. Beberapa anak Genesis yang yang tadinya tidak ikut dengan kami juga datang. Anak-anak dari kelas lain, dan bahkan Ketua OSIS dan 3 anggota OSIS lainnya ikut datang. Betapa hebatnya Ketua Kelas kami... Setelah itu, kebanyakan anak Genesis berada di luar, dan sebagian bercerita. Yah, tidak baik berlama-lama dirundung duka kan?

Turut Berduka

Genesis 21




*Catatan: Bagi yang tidak mau Posting ini diterbitkan, tinggal Komen saja. Insyaallah aku akan segera menghapusnya, Terima kasih.

0 komentar: